Jangan Sampai Menyesal! Panduan Cerdas Memilih Motor Bekas Berkualitas Tanpa Ketipu "Maskeran"
Bayangkan skenario ini: Anda baru
saja mencairkan bonus kerja atau tabungan yang dikumpulkan berbulan-bulan untuk
membeli motor impian. Namun, baru seminggu dipakai ke kantor, mesin mulai
terdengar kasar, oli merembes, dan ternyata nomor rangka tidak akur dengan
surat-surat.
Rasanya pasti menyesal luar biasa,
bukan? Uang lari, motor malah jadi penghuni tetap bengkel. Memang benar, godaan
harga murah seringkali membuat kita lupa untuk teliti. Padahal, motor bekas
yang berkualitas adalah investasi transportasi yang sangat menguntungkan jika
kita tahu celahnya.
Jangan
sampai niat hati ingin hemat,
justru malah boncos di kemudian hari karena biaya perbaikan yang membengkak.
Membekali diri dengan ketelitian adalah cara terbaik agar Anda tidak perlu
merasakan "pahitnya" salah pilih unit di tengah jalan.
Mengapa Riset adalah Kunci Sebelum Bertemu Penjual?
Sebelum Anda memacu motor menuju
lokasi Cash on Delivery (COD), hal pertama yang wajib dilakukan adalah
riset harga pasar. Ibarat mau cari kontrakan, kalau Anda tidak tahu harga
pasaran di daerah tersebut, besar kemungkinan Anda akan diberi harga
"wisatawan".
Gunakan platform jual-beli online
untuk membandingkan harga motor dengan tahun dan tipe yang sama. Jika ada unit
yang harganya jauh di bawah rata-rata, Anda patut curiga. Ingat, ada harga ada
rupa.
Jangan mudah tergiur dengan tampilan bodi yang
kinclong karena plastik bodi motor itu murah, tapi jeroan mesin itu mahal
harganya.
|
| Gunakan bantuan cahaya senter untuk mengintip sela-sela mesin. |
Tahap Pemeriksaan Dokumen: Legalitas Adalah Harga Mati
Motor
bekas secantik apa pun akan
jadi masalah besar jika surat-suratnya bermasalah. Ini adalah langkah yang
tidak bisa ditawar.
1. Cek Keselarasan STNK dan BPKB
Pastikan nama pemilik, nomor rangka,
dan nomor mesin di STNK cocok dengan yang ada di BPKB. Jangan malas untuk
membungkuk dan melihat langsung nomor rangka pada motor. Pastikan tidak ada
bekas ketokan kasar atau las-lasan yang mencurigakan.
2. Manfaatkan Aplikasi Cek Pajak Online
Di
Indonesia, hampir setiap daerah
sekarang punya aplikasi cek pajak kendaraan (seperti Sambat di Jabar atau
Sakpole di Jateng). Masukkan nomor platnya, lihat apakah status pajaknya hidup
dan apakah datanya sesuai dengan fisik kendaraan.
Motor
dengan pajak mati
bertahun-tahun tentu harus menjadi bahan pertimbangan nego harga karena Anda
akan menanggung biaya denda nantinya.
Membedah Kondisi Fisik: Jangan Tertipu Tampilan Luar
Setelah urusan surat aman, saatnya
menjadi "detektif" dadakan. Di dunia motor bekas, ada istilah motor
"maskeran", yaitu motor yang kondisinya sebenarnya sudah lelah, tapi
dipoles sedemikian rupa agar terlihat seperti baru keluar dari diler.
Cek Kebocoran Oli dan Keretakan Rangka
Gunakan senter ponsel Anda untuk
melihat ke sela-sela mesin. Pastikan tidak ada rembesan oli yang ditutupi
dengan tanah atau debu sengaja. Untuk motor-motor matic keluaran terbaru,
perhatikan juga bagian rangkanya.
Pastikan tidak ada karat yang
keropos atau tanda-tanda rangka sudah pernah dipres ulang akibat kecelakaan.
Periksa Kondisi Baut-Baut Mesin
Lihatlah kepala baut pada blok
mesin. Jika baut-baut tersebut sudah tampak lecet atau bekas dipaksa buka
dengan kunci yang tidak pas, itu menandakan mesin sudah pernah dibongkar.
Tanyakan pada penjual, pembongkaran
tersebut untuk servis rutin atau perbaikan besar.
Uji Coba Jalan (Test Ride): Merasakan Kejujuran Mesin
Mesin
tidak bisa berbohong saat
dijalankan. Jika penjual tidak mengizinkan test ride, lebih baik Anda
putar balik dan cari unit lain.
-
Suara Mesin Saat Dingin: Mintalah penjual untuk tidak
memanaskan mesin sebelum Anda datang. Mesin yang sehat seharusnya mudah
dinyalakan (stasioner stabil) dan suaranya halus tanpa ada bunyi
"tek-tek" atau "sreg-sreg" yang kasar.
-
Lepas Tangan Sejenak: Saat jalan di jalur yang rata
dan sepi, coba lepas tangan sejenak dari stang dalam kecepatan rendah.
Jika motor cenderung narik ke kiri atau kanan, ada kemungkinan rangka atau
segitiga motor sudah tidak presisi.
-
Akselerasi dan Pengereman: Pastikan tidak ada jeda yang
aneh saat gas ditarik (ndut-ndutan) dan rem tidak mengeluarkan bunyi
berdecit yang tajam.
Strategi Negosiasi: Bertarung dengan Data, Bukan Perasaan
Setelah menemukan beberapa
kekurangan (pasti ada, namanya juga motor bekas), gunakan poin-poin tersebut
sebagai senjata negosiasi. Misalnya, ban yang sudah gundul bisa menjadi alasan
untuk meminta potongan harga setara harga ban baru.
Jangan
menunjukkan wajah terlalu
antusias di depan penjual. Tetaplah objektif. Sampaikan argumen Anda dengan
sopan, seperti: "Mesinnya oke, Mas, tapi pajaknya mepet dan ban
belakang harus ganti.
Bagaimana kalau harganya dipotong
sedikit untuk biaya ini?"
Cara ini jauh lebih efektif daripada sekadar menawar "sadis" tanpa
alasan yang jelas.
Investasi yang Menenangkan Hati
Pada
akhirnya, membeli motor bekas
adalah tentang menemukan keseimbangan antara keinginan dan kenyataan. Tidak
perlu terburu-buru dalam mengambil keputusan hanya karena takut didahului orang
lain. Lebih baik kehilangan satu kesempatan daripada harus menanggung beban
finansial karena membeli unit yang salah. Dengan menerapkan ketelitian dan
kesabaran, motor bekas yang Anda beli tidak hanya akan menjadi alat
transportasi, tetapi juga teman perjalanan yang handal tanpa harus membuat
dompet menjerit setiap bulan.
Pilihan yang cerdas hari ini adalah
jaminan ketenangan pikiran Anda besok di jalanan.
1. Apakah aman membeli motor yang BPKB-nya masih di lising?
2. Berapa KM (kilometer) yang dianggap ideal untuk motor bekas?
3. Apa saja ciri motor bekas banjir?
4. Lebih baik beli di dealer motor bekas atau perorangan?
5. Bagaimana cara mengecek motor bekas tabrakan?
📖 Lihat Sumber Informasi dan Gambar
02. Wajib Tahu Tips Ini Sebelum Membeli Motor Bekas - Astra-Honda Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan teknologi AI.

.webp)
.webp)
