Pahami HSTC di Honda PCX 160 Sekarang, Jangan Sampai Menyesal Saat Terpeleset di Jalan Licin!
Pernahkah Anda membayangkan sedang
asyik berkendara pulang kerja di tengah hujan rintik, lalu tiba-tiba ban
belakang motor terasa "ngepot" atau melintir saat melewati marka
jalan yang basah? Rasanya jantung seperti mau copot, bukan?
Momen mendebarkan seperti ini sering
kali menjadi awal dari penyesalan panjang jika kita tidak membekali diri dengan
kendaraan yang memiliki sistem keamanan mumpuni. Untungnya, Honda PCX 160 hadir
membawa teknologi Honda Selectable Torque Control (HSTC).
Mengabaikan pemahaman tentang fitur
ini sama saja dengan membiarkan diri Anda berkendara tanpa jaring pengaman.
Sebelum momen "nyaris celaka" itu benar-benar terjadi dan membuat
Anda menyesal mengapa tidak memaksimalkan fitur keselamatan yang ada, mari kita
bedah secara mendalam bagaimana teknologi pintar ini bekerja menjaga stabilitas
Anda di setiap jengkal aspal.
Apa Itu HSTC pada Honda PCX 160?
Secara sederhana, HSTC atau Honda
Selectable Torque Control adalah sistem kontrol traksi hasil inovasi Honda
yang sebelumnya hanya lazim ditemukan pada motor berkubikasi besar (moge).
Namun, kini pemilik PCX 160 bisa menikmati teknologi kasta tinggi ini dalam
mobilitas harian.
Sama halnya dengan seorang manajer
di kantor yang bertugas menjaga agar target tetap realistis dan tidak
"over-capacity", HSTC bertugas memastikan tenaga yang disalurkan
mesin ke ban belakang tidak berlebihan.
Jika tenaga mesin terlalu besar
sementara daya cengkeram ban ke aspal rendah (akibat jalan basah atau
berpasir), ban belakang akan berputar lebih cepat dari roda depan—kondisi
inilah yang kita sebut sebagai selip atau spinning.
|
| Pantau terus status keamananmu lewat panel meter. Ikon HSTC ini adalah bukti motor kamu siap jaga stabilitas di tiap medan. |
Fungsi Utama HSTC: Bukan Sekadar
Aksesoris
Banyak pengendara menganggap fitur
elektronik hanya pemanis brosur. Padahal, fungsi utama HSTC adalah menjaga
stabilitas. Ibarat kita berjalan di atas lantai yang baru dipel, jika kita
berlari terlalu kencang tanpa perhitungan, kita pasti akan terpeleset.
Fungsi HSTC di sini adalah sebagai
"rem mental" otomatis bagi mesin. Ia memastikan bahwa setiap putaran
gas yang Anda puntir tetap menghasilkan gerakan maju yang stabil, bukan gerakan
menyamping yang berbahaya.
Di jalanan Indonesia yang kondisinya
sering tidak terduga mulai dari aspal mulus, jalanan berlubang, hingga tumpahan
pasir proyek fitur ini menjadi pelindung setia bagi keselamatan Anda.
Cara Kerja Teknologi HSTC: Sensor
Pintar yang Selalu Waspada
Bagaimana sistem ini tahu kapan
harus beraksi? Ternyata ada kolaborasi cerdas di balik fairing motor
Anda.
1. Deteksi Kecepatan Roda (Speed
Sensor)
Sistem ini menggunakan sensor
kecepatan yang terpasang pada roda depan dan belakang. Sensor ini terus-menerus
mengirim data ke ECU (Engine Control Unit). Jika ECU mendeteksi bahwa
roda belakang berputar lebih cepat (misal karena kehilangan traksi), maka alarm
digital akan menyala.
2. Intervensi Penurunan Torsi
Begitu selip terdeteksi, ECU tidak
langsung mematikan mesin. Sistem akan mengatur waktu pengapian dan mengatur
semprotan bahan bakar sedemikian rupa agar tenaga mesin berkurang sesaat.
Hasilnya, putaran ban belakang
melambat dan kembali mendapatkan cengkeraman pada permukaan jalan. Semua proses
ini terjadi dalam hitungan milidetik, bahkan lebih cepat dari kedipan mata
Anda!
Cara Mengoperasikan HSTC di Panel
Instrumen
Menariknya, fitur ini bisa diatur
sesuai keinginan pengendara. Secara default, setiap kali mesin
dinyalakan, fitur HSTC akan selalu dalam posisi aktif (ON). Namun, jika Anda
sedang berada dalam situasi tertentu, misalnya terjebak di kubangan lumpur yang
mengharuskan ban sedikit selip untuk keluar, Anda bisa menonaktifkannya.
Cukup tekan tombol 'Select' pada
panel instrumen hingga muncul ikon HSTC, lalu tekan tombol 'Set' untuk mengubah
statusnya. Namun, sangat disarankan untuk selalu membiarkan fitur ini aktif
demi keamanan optimal selama perjalanan rutin di kota maupun saat touring.
Mengapa Pengendara Matic Perlu
Peduli?
Mengendarai motor matic seringkali
membuat kita terlena karena kepraktisannya. Tinggal puntir gas, motor melesat.
Namun, kemudahan ini menyimpan risiko jika kita tidak waspada terhadap kondisi
jalanan. Menggunakan motor dengan HSTC seperti memiliki asuransi yang
melindungi Anda di setiap tikungan.
Bayangkan jika Anda sedang mengejar
waktu untuk rapat penting, lalu harus bermanuver di jalanan yang licin pasca
hujan. Tanpa HSTC, risiko ban selip sangat besar. Dengan adanya fitur ini, Anda
bisa berkendara dengan lebih tenang, meminimalisir risiko kecelakaan, dan
memastikan Anda sampai di tujuan dengan selamat.
Investasi
Keselamatan untuk Ketenangan Hati
Pada akhirnya, teknologi secerdas
apa pun tetaplah sebuah alat pendukung. Namun, memilih kendaraan yang
mengutamakan keselamatan seperti Honda PCX 160 dengan fitur HSTC adalah
keputusan bijak yang akan Anda syukuri di kemudian hari.
Jangan sampai muncul rasa sesal
"seandainya dulu saya lebih teliti soal fitur keamanan" saat
menghadapi situasi sulit di jalan.
Keamanan adalah investasi yang tidak ternilai harganya, terutama bagi kita yang setiap hari berjibaku dengan padatnya lalu lintas Indonesia. Sayangi diri Anda, pahami teknologi motor Anda, dan tetaplah berkendara dengan santun.
1. Apakah HSTC sama dengan rem ABS?
2. Bisakah HSTC dipasang di motor lain secara modifikasi?
3. Apakah fitur HSTC membuat bensin lebih boros?
4. Apa tanda kalau fitur HSTC sedang bekerja?
5. Kapan saya harus mematikan fitur HSTC?
📖 Lihat Sumber Informasi dan Gambar
02. Kenali Fitur Honda Selectable Torque Control - Moladin
03. Honda PCX 160 Punya Fitur HSTC: Begini Fungsi dan Cara Kerjanya - Otomotifnet Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan teknologi AI.



